Kehadiran Malaikat Maut (3)

Adapun terhadap orang-orang kafir, malaikat turun kepada mereka dalam keadaan sebaliknya. Alloh berfirman, Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, Bagaimana keadaan kamu dahulu? Mereka menjawab, Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah). Pada malaikat berkata, Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu? Orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. An-Nisa : 97).

Ayat ini turun, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn Abbas, berkenaan dengan sekelompok orang yang masuk Islam tetapi tidak hijrah, lalu meninggal atau terbunuh dalam barisan musuh. Pada saat sekarat, malaikat bersikap kasar terhadap mereka dan memberi kabar bahwa mereka akan masuk neraka.

Alloh menceritakan pencabutan nyawa orang-orang kafir pada Perang Badar oleh para malaikat, Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar (tentulah kamu merasa ngeri). Hal itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Sesungguhnya Alloh sekali-kali tidak menganiaya hambaNya. (QS. al-Anfal : 50-51).

Ibn Katsir menafsirkan ayat-ayat di atas sebagai berikut : Dan seandainya engkau lihat hai Muhammad, keadaan saat para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, niscaya kau akan melihat hal yang mengerikan. Ketika itu malaikat memukul wajah dan belakang mereka seraya berkata, Rasakan oleh kalian azab yang membakar! (Tafsir Ibn Katsir, III, h. 335).

Ibn Katsir mengisyaratkan bahwa walaupun itu terjadi pada Perang Badar, hal ini mencakup semua orang kafir. Karena itulah Alloh tidak mengkhususkan kaum kafir yang ikut Perang Badar sebagaimana terlihat dalam ungkapan, Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang kafir.

Pendapat Ibn Katsir ini benar, karena didukung oleh banyak ayat dalam Al-Quran, seperti firmanNya, Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Alloh atau mendustakan ayat-ayatNya? orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh), hingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya, Mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Alloh? Orang-orang musyrik itu menjawab, Berhala itu semuanya telah meninggalkan kami, dan mereka mengakui bahwa mereka adalah orang-orang kafir. (QS. al Araf : 37).

Juga firmanNya, (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), Kami sekali-kali tidak mengerjakan suatu kejahatan pun. (Malaikat menjawab), Ada, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. (QS. an-Nahl : 28).

Juga firmanNya, Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, seten telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Alloh (orang-orang Yahudi), “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, dan Alloh mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah jika malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka. (QS. Muhammad : 25-27).

Sumber : Ensiklopedia Kiamat, Umar Sulaiman al-Asyqar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *