Kemuliaan Tauhid dan Keburukan Syirik

1. LAWAN TAUHID ADALAH SYIRIK

Syirik yaitu menyekutukan Alloh subhanahu wa ta’ala dalam rububiyah-Nya atau dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta hak-hak ke-Ilahan-Nya, atau menyekutukan pada salah satu atau sebagiannya.

Demikianlah arti syirik dalam Islam. Jadi bukan seperti yang banyak digunakan di beberapa daerah di mana “syirik” artinya dengki.

 

2. KEMULIAAN TAUHID DAN KEBURUKAN SYIRIK

a. Tauhid merupakan tujuan penciptaan manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)

b. Alam semesta berdiri di atas tauhid

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Alloh, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Alloh yang mempunyai ‘Arsy (singgasana) dari pada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 22)

 

c. Siapa yang berbuat syirik dan meninggalkan tauhid, maka akan kekal di neraka.

…  إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh azza wajalla mengharamkan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zholim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah [5]: 72)

 

d. Alloh ta’ala tidak mengampuni dosa syirik, bila pelakunya mati sebelum bertaubat.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang benar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

e. Siapa yang memegang tauhid dan tidak berbuat syirik, akan masuk surga.

Rosululloh sholallohu alihi wasallam bersabda:

“Seorang laki-laki dari umatku dipanggil di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Kemudian ditampakkan kepadanya 99 lembar catatan. Setiap lembarnya sejauh mata memandang. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Apakah engkau mengingkari ini?’. Ia berkata: “Tidak, wahai Robb!’. Lalu dikatakan: ‘Apakah engkau memiliki suatu kebaikan?’. Maka laki-laki itupun tertunduk karena haibah (keagungan Alloh) sambil berkata: “Tidak wahai Robb!’. Maka dikatakan: ‘Tidak demikian. Karena engkau masih memiliki kebaikan di sisi Kami, dan kamu tidak akan dizolimi!’. Maka dikeluarkan untuknya sebuah bitoqoh (kartu amal) yang di dalamnya ada kesaksian ‘Asyhadu an La Ilaha Illalloh wa Asyhadu anna Muhammadar Rosululloh. Maka orang itu berkata: ‘Wahai Robbku, apakah artinya bitoqoh seperti ini?’. Maka dikatakan: ‘Kamu tidak akan dizolimi.’ Kemudian 99 lembar catatan-catatan diletakkan dalam satu timbangan dan bitoqoh dalam timbangan yang lain, maka bitoqoh itupun lebih berat.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

f. Tauhid merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa.

Dari Anas bin Malik rodhiallohu anhu, ia mendengar Rosululloh sholallohu alihi wasallam bersabda bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi)

“Wahai anak cucu Adam, seandainya engkau datang menemui-Ku dengan membawa kesalahan (dosa) sepenuh bumi namun dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun (tidak syirik kepada-Ku), niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa magfiroh (ampunan) sepenuh bumi pula!” (HR. Tirmidzi)

Demikian agung dan pentingnya kedudukan tauhid dalam Islam dan demikian sangat berbahaya pelanggarannya, yaitu syarak. Bahkan seluruh ritual peribadatan dalam Islam adalah realisasi dari tauhid itu sendiri, dan tujuannya pun harus tauhid! Jika tidak demikian, maka sia-sialah seluruh peribadatan tersebut.

 

3. BENTUK-BENTUK SYIRIK

Dalam definisi lain syirik juga bisa didefinisikan sebagai berikut: Syirik mengakui adanya sesuatu selain Alloh ta’ala yang menyamai Alloh dalam salah satu sifat-Nya, atau menandingi kekuasaan-Nya, atau mempersembahkan satu bentuk peribadatan kepada selain Alloh.

Syirik adalah dosa terbesar dan terburuk yang sangat mengancam umat manusia ke dalam jurang kehancuran dan kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara bentuk-bentuk kesyirikan yang sering terjadi ialah:

  1. Memohon kepada selain Alloh subhanahu wa ta’ala sesuatu yang hanya dapat diberikan oleh Alloh (seperti jodoh, anak, kekayaan, kesembuhan, dll);
  2. Mempersembahkan kurban atau sesajen atau menyembelih binatang untuk selain Alloh, atau untuk sesuatu yang dijadikan perantara antara makhluk dengan Alloh seperti kuburan, tempat-tempat keramat, dll;
  3. Sihir dengan berbagai bentuknya seperti santet, tenung, pellet; dan perbuatan-perbuatan mistik lainnya seperti perdukunan, paranormal, dan lain sebagainya. Sihir adalah perbuatan yang dihasilkan oleh adanya kesepakatan antara seorang manusia dengan setan. Dengan memepersembahkan peribadatan tertentu kepada setan, seseorang akan mendapatkan bantuan untuk meraih hal-hal tertentu yang diinginkannya. Seperti menceraikan sepasang suami istri, menjadikan seorang benci kepada orang lain, menjadikan seseorang mencintai orang lain, menyebabkan timbulnya  suatu penyakit pada seseorang, mengelabui pandangan dan lain-lain.

Rosululloh sholallohu alihi wasallam bersabda:

“Jauhilah tujuh hal yang bisa membinasakan. Para sahabat bertanya: apakah itu ya Rosululloh? Beliau menjawab: (dua hal yang beliau sebutkan di antaranya ialah) syirik (menyekutukan) Alloh dan sihir…” (HR. Bukhori)

 

sumber : fajrifm.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *